Sabtu, 05 Januari 2013

MAKALAH AL-BALAGHAH DALAM KAJIAN BAHASA ARAB




MAKALAH
TENTANG
AL-BALAGHAH
DALAM KAJIAN BAHASA ARAB
 





Nama
Praktikan
Nomor
Mahasisiwa
Tanggal
Pembuatan Makalah
Tanda tangan
Praktikan
Yossi Pratiwi

40211117
4 Juni 2012


Nama dosen
Pengampu
Tanggal
koreksi
Nilai
Tanda tangan
Dosen
Isro, M.Ag




PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
STIKIP ISLAM BUMIAYU
2012

Kata Pengantar

            Alhamdulillah, puji syukur penulis curahkan kepada Alloh SWT yang telah memberi kenikmatan kepada kami, sehingga kami mampu menyelesaikan tugas kami yaitu membuat makalah kelompok yang berupa soft copy berjudul “ AL-Balaghoh “. Yang merupakan suatu kewajiban bagi kami selaku salah satu mahasiswa STKIP ISLAM BUMIAYU untuk menyelesaikan segala tugas pada setiap mata kuliah khususnya mata kuliah Bahasa Arab.
            Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya beserta sahabatnya yang membawa risalah Alloh SWT dan membawa agama Islam menuju terciptanya masyarakat yang terang terlepas dari masa Jahiliyyah dan menuju masyarakat yang madani.
            Tak terlupakan pula kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Isro, M.Ag yang membimbing kami dalam mata kuliah Bahasa Arab sehingga kami mempunyai pengetahuan tentang apilikasi Bahasa Arab.
            Semoga makalah yang kami buat dapat bermanfaat bagi pembaca yang meluangkan waktunya kepada dunia pengetahuan.


Bumiayu, 27 Juni 2012



Penulis



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Satu disiplin ilmu menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang sangat indah dan sangat sarat akan makna itu adalah balaghah. Balaghoh merupakan suatu disiplin ilmu yang berdasarkan kepada kejernihan jiwa dan ketelitian menangkap keindahan dan kejelasan perbedaan yang samar diantara macam-macam uslub ( ungkapan ). Menafsirkan ayat-ayat AL-Qur’an yang sangat indah dan sangat sarat tidaklah mudah. Apalagi AL-Qur’an merupakan mukjizat terindah dan teragung yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW untuk menjadi kitab suci umat islam yang menjadi pedoman hidup umat islam diseluruh dunia.  Maka dari itulah kami sebagai penulis membahas tentang Balaghah pada makalah ini. Agar mahasiswa khususnya dan umumnya bagi para pembaca mampu mengetahui dan mempunyai pengetahuan tentang Balaghoh agar mampu menerjemahkan Al-Qur’an dan menulis dan mengucapkan ungkapan Bahasa Arab dengan indah.
1.2  Perumusan Masalah
1.2.1 Kajian tentang Al-Tasybih (perbandingan atau penyerupaan) mengenal terlebih 3 istilah Ilmiah, yaitu :
1. Al-Fashahah ( Tampak dan Jelas )
2. Al-Balaghah ( Sampai  dengan indah dan jelas)
3. Al-Ushlub ( Cara atau metode yang tersusun)
Apa pengertian aspek-aspek dari masing-masing istilah ilmiah yang ada pada Al-Tasybih dan bagaimanakah aplikasi dalam Bahasa Arab beserta contohnya?
1.2.2 Dalam Ilmu bayan dikenal  aspek-aspek keindahan bahasa yang meliputi :
1.      Al-Tasybih (perbandingan atau penyerupaan)
2.      Al-Hakiki (makna yang sebenarnya)
3.      Al-Mazaji (makna kiyasan)
4.      Al-Kinayah (kata atau kalimat sindiran)
Apa pengertian dari aspek-aspek keindahan tersebut dan bagaimanakah aplikasinya dalam Bahasa Arab beserta contohnya?
1.2.3 Bagaimanakah pengaruh ilmu Bayan (dalam retorika bahasa) ?
1.3  Tujuan Penulisan
§  Menambahkan pengetahuan tentang mata pelajaran Bahasa Arab
§  Dapat memahami bacaan dan maksud yang ada pada Al-Qur’an
§  Dengan menggunakan Al-Balaghog dapat membuat rangkaian kata-kata yang lebih indah terutama dalam hal menulis dan mengucapkan kata-kata kepada orang lain
§  Dengan menggunakan Al-Balaghoh juga kita dapat menjadi penyair. 


BAB 2
PEMBAHASAN
( ILMU BAYAN )
2.1 Sebelum membahas kajian tentang Al-Balaghah (Ilmu Bayan) kita kenalkan dulu 3 istilah Ilmiah, yaitu :
1.      Al-Fashahah ( Tampak dan Jelas )
2.       Al-Balaghah ( Sampai  dengan indah dan jelas )
3.       Al-Ushlub ( Cara atau metode yang tersusun)

1.      AL- Fashahah ( Tampak dan Jelas )

a.       Pengertian secara etimologi : “al-zhuhur wa al-Bayan” tampak dan
             nyata/jelas.
b.      Secara Istilahi dalam ilmu retorika atau keindahan kata berarti : “suatu ungkapan yang jelas maksudnya, bagus susunan kata-katanya, dan mudah mengucapkannya” (al-kalamu al-fasihu makana wadhiha al-ma’na, sahla al-lafdzi, jayyidi al-sabki).
c.       Contoh al-Fashahah :
            Artinya : “kami mengutus seorang Rasul hanya dalam bahasa kaumnya”.




2.      Al-Balaghah ( Sampai  dengan indah dan jelas )

a.       Ta’rif secara etimologi: “al-wushul wa al-intiha’i” atau sampai dengan jelas dan indah.
b.      Secara definitif : “Suatu penyampaian pengertian yang indah dan jelas, dengan ungkapan yang jelas lagi fasih” (ta’diyatu al-ma’na al-jalili wadihan bi’ibarati sahiha fasihatin).
c.       Contoh teks al-Balaghah :
             Artinya :
            “Pada tempat yang penuh rahmat Allah, mereka di dalamnya kekal”.

3.       Al-Ushlub ( Cara atau metode yang tersusun)

a.       Secara harfiyah : “cara perangkaian kata yang tersusun”.
b.      Menurut Istilah ilmu retorika, ialah ; “suatu pengertian yang dinyatakan dengan kata-kata yang tersusun dalam bentuk yang lebih dekat guna mencapai tujuan yang dimaksud oleh perkataan tersebut” (al-ma’na al-mashughu fi al-lafzhi mu’alafatin ‘ala suratin aqrabu linaili ghardi al-maqsudi)”.
c.       Contoh teks al-Ushlub :
Artinya : “dan tidak ada noda usang bagi bulan purnama kemilau, tetapi pada wajahnya kelihatan cemaran dari tamparan”.





2.2  Dalam Ilmu bayan dikenal  aspek-aspek keindahan bahasa yang meliputi :
1.      Al-Tasybih (perbandingan atau penyerupaan)
2.      Al-Hakiki (makna yang sebenarnya)
3.       Al-Mazaji (makna kiyasan)
4.      Al-Kinayah (kata atau kalimat sindiran)
5.      Pengaruh ilmu Bayan (dalam retorika bahasa)


1.      Al-Tasybih ( perbandingan atau penyerupaan )

a.       Secara harfiyah : “perbandingan atau perumpamaan kata dengan kata lain, seperti : Wajah gadis cantik dengan rembulan”.
b.      Menurut Istilah ilmu retorika, ialah ; “suatu ungkapan mengenai sesuatu yang mempunyai persamaan sifat atau persamaan yang lainnya, dengan menggunakan kata “ka” (seperti/laksana/bagaikan/dls)”.
c.       Contoh teks al-Tasbih :
Artinya : “Anda seperti matahari bercahaya. Meskipun anda telah melampau bintang zuhal”.

اركان التسبيه

1. مشبة  ( sesuatu yang hendak diserupakan)
2. مشبه به   ( sesuatu yang diserupai)
3. اد ا ة التسبيه  ( huruf yang menyatakan penyerupaan)
كا ← مثل ← شبه ← كائن
4.  وجه الشبه  (sifat)

Contoh tasybih :

q  انت كا الشمس في الضيا ء و ان جا                   
q  وزت كيوان في علوالمكان
q  Engkau bagaikan matahari yang memancar sinarnya walaupun kau berada di atas planet pluto di tempat yang paling tinggi.
Pembagian tasbih :
1)      Tasbih mursal adalah tasybih yang disebut adat tasybih nya
Contoh :
سرنا في ليل بهيم كانه البحر ضلا ما و ارهابا
Aku berjalan pada suatu malam yang gelap dan menakutkan, bagaikan berjalan ditengah laut.
2)      Tasybih Muakkad adalah tasybih yang dibuang adat tasybihnya
Contoh:
الجواد في السر عة برق خا طف
Kecepatan kuda balap itu bagaikan kilat yang menyambar
3)      Tasybih mujmal adalah tasybih yang dibuang wajah syibehnya
Contoh :
وكانن الشمس المنيرة دينا ر جلته حدائد الضراب
Matahari yang bersinar itu sungguh bagaikan dinar(uang logam) yang tampak kuning cemerlang berkat tempaan besi cetakannya
4)      Tasybih mufashal adalah tasybih yang disebut wajah syibehnya
Contoh :
انت نجم في رفعة وضياء تجتليك العيون شرقاوغربا
Kedudukan yang tinggi dan kemasyhuran bagaikan binatang yang tinggi lagi bercahaya. Semua mata baik dibelahan timur maupun barat menatap arahmu.
5)      Tasybih baligh adalah tasybih yang dibuang alad tasybih nya dan wajah syibehnya.
Contoh :
اين ازمعت ايهذا الهما نحن نبت الربا و انت الغمام
Ke manakah tuan hendak menuju, wahai raja pemurah? Kami adalah tumbuh-tumbuhan pegunungan dan tuan adalah mendung.
6)      Tasbih tamtsil adalah tasybih bila wajah syibehnya berupa gambaran yang dirangkai dari keadaan beberapa hal,dan disebut tasybih ghair tamtsil bila wajah syibehnya tidak demikian
Contoh :
                              قدانقضت دولة الصيام وقد بشرسقمالهلال با العيد يتلو الثريا كفااغر شره يفتح فاهررلاكل عنقود
Telah berakhir masa kekuasaan puasa, dan kesakitan bulan sabit telah menyampaikan berita gembira datangnya hari raya, bulan sabit itu mendekati gunung suraya seperti orang rakus yang membuka mulutnya untuk memakan anggur
7)      Tasbih dhimni adalah tasybih yang kedua tharafnya tidak dirangkai dalambentuk tasybih yang kita kenal, melainkan keduanya hanya berdampingan dalam susunan kalimat. Tasybih jenis ini didatangkan untuk menunjukkan bahwa hukum(makna) yang disandarkan kepada musyabbah itu mungkin adanya
Contoh :

    كرم تبين في كلا مك ما ثلا و يبين عتق الخيل من اصواتها
    Dalam pembicaraanmu terkesan kebangsawananmu karena kuda yang istimewa itu dapat diketahui melalui ringkikannya.

2.      Al-Hakiki (makna yang sebenarnya)

a.       Secara harfiyah : “makna yang selayaknya atau yang sebenarnya”.
b.      Menurut Istilah ilmu retorika, ialah ; “kata yang dipakai dalam kalimat menurut arti yang sebenarnya” (al-kalimatu al-musta’malatu fi al-kalami fi ma’naha al-haqiqi).
c.       Contoh teks al-Hakiki :
ﺣﻣﺩﺍﻟﮑﺗﺎﺏ ﻗﺮﺃ
Artinya : “Ahmad membaca buku”

3.       Al-Mazaji (makna kiyasan)

a.       Secara harfiyah : “jalan/perjalanan/kebolehan/kiyasan”.
b.      Menurut Istilah ilmu retorika, ialah ; “kata yang digunakan dalam kalimat bukan menurut arti yang sebenarnya, karena ada ‘alaqah/hubungan atau qarinah/bukti/sebab yang menghalangi arti yang dimaksud menurut yang sebenarnya” (al-lafzhu al-musta’malu fi ghairiha ma wudhiha lahu au fi ghairi ma’naha).
c.       Contoh teks al-Mazaji :
Artinya : “Ini adalah suatu kitab yang telah kami turunkan kepadamu supaya kamu membawa manusia dari kegelapan ke cahaya”.





4.      Al-Kinayah (kata atau kalimat sindiran)
a.       Secara harfiyah : “sindiran atau menyebutkan sesuatu perkataan dengan maksud yang lain”.
b.      Menurut Istilah ilmu retorika, ialah ; “lafazh yang diucapkan atau digunakan dan dimaksudkan dengan lafazh itu pengertiannya yang lain serta boleh pula pengertian yang sebenarnya” (lafzhu uthliqa wa urida bihi lazimun ma’nahu ma’a jawazati iradi dzalika mana).
c.       Contoh teks al-Kinayah :
Artinya : “Si Pulanah jauh tempat jatuh anting-antingnya”.

5.      Pengaruh ilmu Bayan (dalam retorika bahasa)

Dari pembahasan ilmu bayan yang telah dijelaskan di depan yang meliputi aspek ilmiah bahasa (al-fasahah, al-balaghah dan al-uslub), juga aspek keindahan bahasa (al-tasbih, al-hakiki, al-majazi, dan al-kinayah) semuanya memberikan pengaruh yang besar dalam penyampaian teks/kalam dalam aneka bentuk/sighat kebahasaan.
Seseorang akan menjadi penulis/penyair/ahli pidato yang dianggap kreatif, baik, terkenal dan masyhur hanya dengan menguasai kajian kebahasaan di atas. Keahlian ini bisa diawali dengan membaca syair-syair, kitab sastra dan dan mempelajari bentuk keunikan lafazh dan susunan yang terkandung dalam kalimat.

Contoh penggunaan teks ini ;

Seorang penyair menerangkan sifat mulia dari seorang manusia, dengan sebuah bahasa sanjak/sajak : 
Artinya :
“Raja-raja menginginkan sekaya ja’far, mereka tidak berbuat seperti dia berbuat. Adalah diluar kemampuan mereka dalam kekayaan, tetapi kepopulerannya adalah lebih luas”.


BAB 3
KESIMPULAN
Al-Balaghah merupakan suatu disiplin ilmu yang berdasarkan kepada kejernihan jiwa dan ketelitian menangkap keindahan dan kejelasan perbedaan yang samar diantara macam-macam uslub ( ungkapan ).
 Dalam kajian ilmu Balaghoh kita membahas tentang:
1.      Al-Tasybih (perbandingan atau penyerupaan) mengenal terlebih 3 istilah Ilmiah, yaitu:
2.      Ilmu bayan dikenal  aspek-aspek keindahan bahasa yang meliputi :
Al-Tasybih
Al-Hakiki




DAFTAR ISI

Ali Al-Jahim dan Musthafa Usman, “ Al-Balaaghatul Waadhihah”. Bandung : Penerbit : Sinar Baru Al-Gensindo
Dan soft copy power point Bahasa Arab dari Bapak Isro, M.Ag

1 komentar: